MENTAL HEALTH
Seiring dengan perkembangan
zaman pada saat ini,banyak hal yang dapat mempengaruhi kesehatan terutama bagi
kalangan remaja. Salah satunya yaitu kesehatan mental,kenapa kesehatan mental?.
Kesehatan mental sendiri mungkin tidak banyak orang yang tahu,apalagi sekarang
sedang terjadi sebuah wabah atau pandemic covid-19. Yang membuat semuanya
menjadi berantakan,mulai dari sekolah banyak diliburkan hingga work from home
sendiri.
Kesehatan mental remaja masih
terdengar asing di lingkungan remaja sendiri dibandingkan kesehatan fisik
remaja. Pemberian imunisasi atau suntik untuk menangani sakit secara fisik,
memang mudah disadari. Sedangkan kesehatan mental adalah sesuatu yang kurang
terlihat secara nyata namun sebenarnya mempunyai porsi yang sama pentingnya
dengan kesehatan fisik.
Lalu apa sih kesehatan mental itu sebenarnya ? kesehataan mental merupakan kondisi mental yang tidak adanya ganguan atau kecacatan mental (WHO). Dan juga puncak kesehatan mental tidak hanya menghindari kondisi aktif,melainkan juga harus menjaga kesehatan dan kebahagiaan jiwa secara berkelanjutan. hal tersebut juga mengacu pada kesejahteraan kognitif,perilaku dan juga kesehatan emosional sendiri. dengan inilah bagaimana mengatur bagaimana cara orang berfikir,merasakan dan juga berperilaku.
Sebagai remaja masa kini
harusnya, kita sadar kalau kesehatan mental memegang peranan penting dalam
kita. Remaja merupakan fase peralihan dari anak menuju dewasa sehingga terjadi
banyak perubahan. Mulai dari perubahan secara fisik, hormonal, kognitif atau
kecerdasan, emosi dan perilaku. Dengan proses masa transisi tersebut, remaja
biasanya dinilai sebagai kelompok usia sehatJenis masalah kesehatan mental yang
umum terjadi adalah depresi dan kecemasan. Dalam berbagai kasus, bunuh diri
merupakan akibat dari permasalahan kesehatan remaja.
Sebenarnya ada beberapa tanda jika remaja
memiliki masalah dengan kesehatan mental, antara lain:
1. 1. Perubahan mood yang sangat cepat
2. 2. Menarik diri dari sosial
3. 3. Penurunan nilai akademik
4. 4. Perubahan intensitas makan
5. 5. Perubahan durasi tidur
6. 6. Kehilangan minat
7. 7. Tidak berenergi
8. 8. Marah
Gangguan kecemasan dan depresi yang dialami remaja tanpa pertolongan cenderung mengarah pada rasa putus asa karena merasa tidak ada pengertian dari lingkungan sekitar mereka, seperti teman sebaya, orangtua, juga pasangan.Kemudian juga remaja yang beranjak dewasa juga sering dihadapkan oleh berbagai masalah yang menimpa dirinya,namun pemikirannya yang masih belumbisa untuk menyelesaikannya. sehingga mmeyebabkan penumpukan pikiran dalam otak. Hal yang paling bahaya bisa saja menjadi depresi. sehingga apabila ad keputusan yang di ambil salah akan lebih berbahaya.
Keputusasaan ini dapat mengarah ke arah bunuh diri. Tentu kita tidak mau hal ini terjadi pada siapapun. Ayo lebih peka dengan kesehatan kita masing-masing. Baik secara mental maupun secara fisik. Jika kalian butuh pertolongan, jangan malu untuk menghubungi konselor atau psikolog. Jaman sekarang, gak susah kok buat cari tempat konseling. Hanya butuh niat dan keberanian dari diri kamu sendiri.
Komentar
Posting Komentar